Konferensi Pers Menjelang Mayday “Kita Semua adalah Buruh”

 

Pers Birama – Senin (29/4/2019). Telah berlangsung Konferensi Pers, bertema “Kita semua adalah Buruh” Untuk perjuangan kawan-kawan buruh yang bersejarah !
Acara ini berlangsung mulai dari pukul 13:00 WIB sampai dengan selesai. Bertempat di “Kaka Cafe” Jln. Sultan Tirtayasa. Buruh hari ini tidak lepas dari persoalan agraria. Sejarah buruh yang panjang, mencatat bahwa hari ini buruh-buruh pabrik atau perusahaan dari masa ke masa tidak pernah mendapatkan imbalan yang setimpal, belum lagi banyak juga kasus-kasus perampasan lahan yang kemudian di alih fungsikan.

Selama berlangsungnya konferensi pers, beberapa perwakilan dari setiap sektor mengungkapkan pandangannya, diantaranya: – Pada Sektor Perempuan : ( Gerakan rakyat anti kapitalis )

Pada sektor perempuan banyak sekali diskriminasi gender dan banyak juga kejadian pelecehan seksual, serta masih kurangnya kebebasan dalam berekspresi. Karena kejadian itu banyak buruh perempuan yang mengalami trauma dan masih belum ada upaya untuk tindakan pada kasus diskriminasi ini.
Pada sektor perempuan juga, tidak adanya kebebasan bersuara di pabriknya sendiri apalagi banyak juga buruh perempuan yang harus melepaskan jilbab karena harus memenuhi tuntutan pabrik atau perusahaan itu sendiri.
belum lagi tidak adanya pemberian cuti untuk ibu hamil, dan cuti haid, padahal itu sangat rentan sekali pada kesehatan perempuan. – Dari sektor pendidikan : ( Aliansi pelajaran Bandung )

Untuk pendidikan sekarang tidak sedikit sekolah yang harganya masih mahal. “Kita ketahui bahwa adanya sekolah negeri dan sekolah swasta. Sekolah ini sebenarnya hanya untuk orang-orang yang bisa bayar.” Ujar pembicara saat itu. Tujuan dia turun kejalan saat “Mayday” nanti adalah tidak lain untuk bantu menyuarakan orang tua dalam hal pendidikan, karena masih banyak pendidikan yang masih mahal. – Dari sektor demokrasi :
( Aliansi penegak demokrasi )

Hari buruh adalah sebuah momentum untuk menyuarakan apa saja yang terjadi hari ini.
satu tuntutan kita adalah penghapusan MoU TNI kepada Polri Karena jelas bisa mencederai demokrasi Indonesia saat ini, serta juga mencederai semangat reformasi 98.

Salah satu tuntutannya juga adalah penyelesaian pelanggaran HAM, karena ini dianggap sebagai mainan saja dan belum jelas penyelesaian dari pemerintah. “Saat ini pemerintah juga masih banyak yang diduduki oleh jenderal-jenderal yang melanggar Hak Asasi Manusia tapi tidak ada kejelasan penyelesaian dari pemerintah.” Sambungnya. – Dari sektor buruh : ( Aliansi gerakan rakyat anti kapitalis )

Perlu kita ketahui bahwa sektor buruh itu tidak hanya untuk orang yang kerja di pabrik saja tapi untuk kita semua. Dalam UUD Ketenaga Kerjaan No. 13 Tahun 2003, “Siapapun yang berkerja dan diupah adalah buruh, baik buruh pabrik, jasa, maupun dosen sekalipun.” dan segala jenis pekerjaan dan mendapatkan bayaran / upah adalah buruh. Tahun 1886 tercatat sebagai momen gemilang dalam sejarah perlawanan gerakan serikat buruh. Perlawanan ini menuntut pengurangan jam kerja, dan hak-hak buruh lainya

1 Mei bukanlah hari perayaan melainkan Hari Perlawanan! Jangan sampai ada yang merayakan karena itu penghianatan. Karena mayday adalah memperingati hari perlawanan untuk semua elemen rakyat yang tertindas, diskriminasi yang di lakukan dalam pabrik dan tempat kerja lainya menyebabkan banyak hak-hak buruh perempuan yang di rampas. Untuk itu kita harus melawan segala bentuk pelecehan dari perusahaan atau pabrik. Untuk Mayday kita akan turun kejalan menuntut kerja layak, upah layak, dan hidup bermartabat karena buruh juga manusia. Maka dari itu kawan-kawan dari gerakan menyeruhkan bahwa “Mayday bukanlah hari perayaan, Mayday Is not holiday, Mayday Is not funday but Mayday is Resistance day.”


Reporter: Malik
Scriptwriter: Malik
Editor: Melvin

About Author
admin

Leave a Comment

Name*
Email*
Website