BEM UNIKOM Melaksanakan Webinar Bertajuk RUU HIP, Benarkah Melemahkan Pancasila?

Pada tanggal 1 Juli 2020 sore tadi, BEM UNIKOM melaksanakan Webinar tentang polemik RUU HIP melalui platform Google Meets dengan narasumber Musa Darwin Pane (Ahli Hukum UNIKOM), Reynaldy Putera Budi Raemi (Anggota DPRD Jawa Barat Komisi 1), dan Adiyana Slamet (Dosen FISIP UNIKOM).

Dalam acara ini pemateri pertama Musa Darwin Pane memaparkan pemahaman Pancasila, dan berlanjut dengan bahasan polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Musa Darwin Pane membahas polemik dimana nama RUU HIP yang dipandang mengerdilkan Pancasila dan mempermasalahkan Pasal 7 RUU HIP,  mengingat pasal tersebut berisi tentang Trisila dan Ekasila. Jika membahas polemik pertama tentang nama RUU HIP, beliau mengatakan tidak setuju dan bisa saja mengubahnya menjadi RUU BIPP. Mengenai polemik kedua tentang pasal 7, beliau mengatakan Yes, menurutnya dengan dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di DPR, sehingga ingin memasukkan kembali doktrin Soekarno tentang Trisila dan Ekasila.

Tak jauh berbeda dengan Musa Darwin Pane, pemateri kedua yaitu Reynaldy Putra Budi Raemi yang juga selaku anggota DPRD JABAR dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) menyampaikan hal yang hampir serupa. Beliau mempermasalahkan penyusunan RUU HIP, dimana terjadi kekeliruan dimana seharusnya Pancasila menjadi dasar dan pokok dari RUU, bukan sebaliknya.

Reynaldi Putra juga menyampaikan permasalahan tidak dicantumkannya Ketetapan MPR (TAP MPR) sehingga sedikit mengganjal. Juga membahas bahwa RUU HIP bersifat politis karena Trisila ada dalam visi misi suatu partai di Indonesia. Namun secara umum beliau menyambut positif RUU HIP dengan alasan bahwa apa yang dilakukan teman-teman di DPR bertujuan baik.

Pemateri ketiga yaitu Adiyana Slamet yang juga Dosen FISIP UNIKOM, menyampaikan  bahwa adanya kesalahan terminologi DPR, juga RUU ini kental aspek politis. Beliau juga memaparkan sejarah Ideologi yang digagas oleh Soekarno dan menutupnya dengan pandangan tak mempermasalahkan RUU HIP asal jangan cacat sejarah.

Ketiga pemateri memiliki pemahaman yang hampir mirip. Dimana; masih ada polemik dalam penyusunan RUU HIP, waktu pembahasan yang tak pantas mengingat kita tengah berada di situasi pandemi, dan yang terakhir unsur politik yang timbul dari RUU HIP.

Scriptwriter: R Bintang
Redaktur: Melvin

About Author
admin