Webinar Virtual Impact 2020: How to Make Decision Effectively

 
Pers BIRAMA Unikom (30/08/20) – Telah berlangsung Webinar Virtual Impact 2020 yang dilaksanakan via Zoom Meeting. Berlangsung pada Hari Minggu, 30 Agustus 2020 dimulai sejak pukul 19:00 hingga 20:52 WIB, kegiatan ini merupakan acara ke dua yang diselenggarakan oleh AIESEC Bandung secara daring.

Acara ini mengangkat tema “How to Make Decision Effectively”. Webinar ini diikuti lebih dari 285 orang. Karena ini merupakan Webinar yang terbuka untuk umum, banyak para peserta Webinar yang berasal dari luar Bandung, seperti dari Bali dan Medan.

“AISEC merupakan sebuah organisasi internasional Non-Government yang bergerak di dalam  mengembangkan jiwa kepemimpinan mahasiswa/pemuda terutama di Bandung dengan menjalani beberapa program di AIESEC itu sendiri.”

Rieszky Delfiero (Local Committee President of AIESEC in Bandung 2020).

Virtual Impact Circle 2.0 menghadirkan 3 orang pemateri yaitu Ferlita Sari (Executive Coach, Psychologist), Pepih Nugraha (Founder of Kompasiana, Writter, and Literacy Enthuasiast), Nina Maron (Lead Coach, RTT Practitioner). Dalam penyampaian materi, pemateri memberikan tips dan menceritakan pengalamannya untuk bisa membuat keputusan seperti yang disampaikan oleh pemateri pertama Ferlita mengatakan “semakin tua kenapa membuat keputusan semakin kompleks? Karena sekarang bukan suka atau tidak suka tapi karena ada soal image, kepantasan, makin kita besar/dewasa semakin banyak pertimbangan.” Disampaikan juga bahwa rata-rata seseorang dapat membuat 35.000 keputusan dalam sehari atau 2000 keputusan dalam 1 jam.

Tidak jarang kita dihadapkan dengan keputusan yang dapat mengubah kehidupan kita. Pepih Nugraha menjelaskan bahwa dalam keputusan yang sifat nya hidup mati selalu mengubah kehidupan dan sifat nya selalu hitam putih. Hanya ada dua pilihan yaitu benar atau salah dan selalu ada konsekuensi.

Dalam hidup kita sering kali bertemu dengan situasi yang sangat sulit dalam membuat serta mengambil sebuah keputusan. Terlebih lagi di tengah pandemi seperti ini namun, di bawah tekanan seperti keadaan sekarang ini, kita mungkin dapat menemukan cara untuk mengurangi birokrasi dan regulasi agar kita dapat mempercepat pengambilan keputusan dan membuat sistem yang lebih responsif. Maka dari itu dengan adanya acara yang diselenggarakan AIESEC Bandung, diharapkan para pemuda Indonesia dapat melanjutkan mimpi-mimpinya, dan tetap eksis untuk mendapatkan ilmu serta berdiskusi dimasa-masa ini melalui sistem daring.

 Scriptwriter & Dokumentasi: Ginna, Arya
 Redaktur: Melvin 
About Author
admin