Pemilihan Umum Raya, Kotak Kosong Kembali Melawan Pasangan Tunggal.

Pers Birama (13/10/2020) Pemilihan Umum Raya,  Kotak Kosong Kembali Melawan Pasangan Tunggal.

Pemilihan Umum Raya dalam rangka memilih Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa UNIKOM, kembali digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) UNIKOM  pada tahun 2020 ini.

Proses pendaftaran CAPRESMA dan CAWAPRESMA telah berlangsung mulai dari tanggal 25 – 29 September 2020. Kemudian dilanjut dengan pengumpulan berkas, verifikasi berkas, dan penetapan serta pengundian nomor urut.

Berdasarkan akun Instagram resmi KPUR UNIKOM. Pasangan nomor urut 1, yaitu CAPRESMA P. Ortega Sitompul dan CAWAPRESMA Tomi Fajar Pratama, menjadi satu-satunya pasangan yang mendaftarkan diri. Itu berarti PEMIRA tahun kemarin akan terulang kembali dengan kotak kosong yang akan melawan pasangan tunggal.

Terkait hal ini kami telah meminta tanggapan langsung ketua KPUR UNIKOM, Ayu Kartina.

“Menjadi PRESMA dan WAPRESMA itu bukan sekedar untuk eksistensi saja tapi harus punya pengalaman dan pemikiran yang bagus agar bisa membuat unikom kedepannya lebih baik lagi dan kebanyakan orang khususnya di unikom itu sendiri masih apatis sama yang namanya organisasi dan resiko menjadi CAPRESMA dan CAWAPRESMA itu sangat besar , mungkin mereka tidak berani untuk mengambil resiko itu” ucapnya dalam wawancara bersama Pers Birama.

Dalam proses PEMIRA tahun ini, Ayu Kartina menjelaskan tidak adanya perbedaan proses pendaftaran CAPRESMA dan CAWAPRESMA dari tahun kemarin. Juga teknis pemungutan suara yang masih memberikan hak kepada seluruh Mahasiswa UNIKOM untuk memeberikan suaranya. Namun tentu ada yang berbeda dalam teknis pemungutan suara kali ini

“Pemilihannya kita menggunakan google form, yang mana di dalam google form itu ada syarat-syarat yang harus diisi oleh mahasiswa UNIKOM” ucap Ayu ketika menjelaskan teknis pemilihan PEMIRA.

Mengacu pada timeline, proses pemungutan suara akan diadakan pada tanggal 14-16 Oktober 2020, namun Ayu Kartina memberi pesan bahwa KPUR masih menunggu keputusan dari team AdHoc apakah akan diundur atau tidak, karena adanya pengunduran pula pada jadwal masa tenang.

Scriptwriter: R. Bintang
Redaktur: Melvin
About Author
admin