Wisuda Daring: Kekecewaan Wisudawan 2019/2020

 
Pers Birama – (26/10/20) Pelaksanaan Wisuda daring Universitas Komputer Indonesia pada Sabtu, 24 Oktober 2020, mendapat komentar beragam dari para wisudawan, terlihat dari ramainya kolom komentar Zoom pada acara wisuda. Wisudawan kecewa karena pelaksanaan wisuda dilakukan secara offcam melalui Zoom Webinar dan Streaming Youtube. Sedangkan, dalam pdf. “Undangan Wisuda Online” diberitahukan adanya dresscode untuk Wisudawan dan orang tua. Namun tidak diberitahukan perihal oncam atau offcam pada undangan tersebut.

Berdasar pantauan Pers Birama pada kolom komentar zoom ini, Wisudawan mengaspirasikan kekecewaannya. Salah satu Wisudawan Athif Gumilar Dirgantara dari prodi Ilmu Komunikasi berkata, “Kalau ngeliat dari undangannya, otomatis orang orang berpikirnya, berekspektasinya bahwa ini ada oncam, karena ada dresscodenya. Yang bikin mengecewakannya itu disini tidak ada kejelasan offcam atau pun oncam, jadi kan kita mungkin tau klu dresscode ini untuk perwakilan gitu kan, sedangkan sosialisasi yg disampaikan unikom ini ga ada gitu loh.” Athif juga membagikan pengalamannya, “Mau gimana pun orang tua pengen liat anaknya wisuda gitu, nah bisa dibayangkan gimana tadi ternyata ga oncam. Padahal udah mengikuti dresscode, udah rapih banget. Bapak saya aja sampe bete dan ngomong “udah gitu doang? diprank ini kita diprank?” Udah gitu aja, ya mau gimana lagi.” Athif juga berpesan, “Tolong untuk unikom bisa lebih baik untuk mengevaluasi latar belakang masalah ketika mendapat masalah seperti ini, juga klarifikasinya tolong diperbaiki bahasanya agar tidak menyinggung pihak yang diberikan klarifikasi.”

Namun ternyata berdasarkan penelusuran Pers Birama ada pula Wisudawan yang sudah mengetahui keberlangsungan acara wisuda online ini, dimana para Wisudawan akan off cam saat mengikuti via Zoom. Naufal Raihan dari program studi Ilmu Komunikasi 2016 berpendapat bahwa hal tersebut sudah dia ketahui sebelum acara wisuda dilangsungkan. “Sebenarnya saya sendiri sudah mendengar kabar burung gitu, bahwa wisuda ini akan off cam, Naufal sendiri sudah mengedukasi ke temen-temen, kaya wisuda sekarang itu tidak akan on cam, tapi memang ada saja yang tidak percaya. Dari awal juga sudah keliatan harusnya, kalau kita (Wisudawan) harus mengirim foto, video, kan itu juga sudah menunjang untuk off cam” ujar Naufal Raihan ketika diwawancarai.

Sementara itu ketika disinggung perihal surat edaran (.pdf) tentang dresscode yang harus dikenakan Wisudawan, Naufal Raihan berpendapat karena dirinya sudah mengetahui akan off cam, dia sendiri akhirnya mengabaikan surat tersebut.

Naufal Raihan juga meyoroti ramainya kolom komentar zoom saat wisuda. “Harusnya kan jika beli server, kita ( Wisudawan ) dibikin akun satu-satu, yang bisa masuk zoom Wisudawan doang, kan proteksinya lebih penting ya. Kalau misal dari situ (kolom komentar zoom), ada yang berkata kasar, taunya bukan Wisudawan kan yang kena kita-kita lagi. Padahal kita tidak tahu juga didalemnya ada siapa aja. Bisa aja yang komen itu, bukan para Wisudawan.” ujar Naufal Raihan.

Wisuda kali ini pula tak seluruh nya online. Terdapat 32 Wisudawan yang melakukan wisuda langsung atau offline. Bertempat di lantai 17, Smart Building. Anur Jannah Wisudawan dari program studi ilmu komunikasi 2016, berpendapat bahwa jelas wisuda kali ini berbeda, dan tiap wisuda punya kendala masing-masing. Anur Jannah juga berpendapat bahwa diadakannya wisudawan offline dari beberapa Wisudawan ini sebagai usaha pihak kampus untuk merealisasikan wisuda itu sendiri.

Prosedur yang harus dilakukan oleh Anur Jannah sebagai Wisudawan yang akan melakukan wisuda offline, jelas mengikuti protokol kesehatan. Cek kesehatan, cuci tangan, dan lolos rapid test menjadi syarat Wisudawan yang dipilih untuk mengikuti wisuda offline.

Saat ditanyakan masalah yang terjadi pada wisuda online nya sendiri Anur Jannah mengaku tidak mengetahuinya. “Jujur aku gatau, karena posisi aku kan sebagai tamu (Wisudawan offline). Makanya tadi waktu awal-awal wisuda, kaya baru setengah jam mulai. Pada ngomongin di grup, ga pada bisa oncam, jadi kan sayang banget ya. Kalau aku ada diposisi online ya pasti kecewa. Setelah berbagai kendala untuk wisuda, seengganya wisuda online ada sedikit pengobat terhadap kekecewaan kemarin. Kenapa harus ga oncam, aku sendiri gatau, karena tidak ada transparansi teknis, kenapa sih yang online ga on cam” Ujar Anur Jannah

Desayu Eka Surya, selaku Direktorat Humas dan Protokoler, memberikan penjelasan mengenai pdf. “Undangan Wisuda Online”, yang menyampaikan orang tua Wisudawan berkenan menggunakan dresscode/pakaian rapih selama pelaksanaan wisuda online. “Supaya mereka (Wisudawan) ada kenangan, bisa jadi momen yang diceritakan. Wisudawan dan orang tua dapat berfoto didepan layar saat pembacaan nama wisudawan sendiri dan mengingat momen wisudanya, meskipun secara online ” Ujar Desayu Eka.

Desayu Eka juga menyampaikan bahwa maksud dari pelaksanaan wisuda off cam adalah untuk meminimalisir gangguan yang mungkin terjadi saat acara berlangsung. Diakhir wawancara Desayu Eka berpesan kepada Wisudawan, “Pesan ibu sih syukuri ya apa yang sudah didapat, apa yang sudah diraih, itu adalah sebuah nilai yang semua orang tidak bisa mendapatkannya. Waktunya sekarang mulai ber-positive thinking pada kampus, pikirkan masa depan, karena waktunya menunjukan siapa mereka (Wisudawan) di masyarakat. Berguna bagi masyarakat, orang banyak, dan tentunya bagi keluarga.”

Pewarta: Nabila A & R. Bintang
Dokumentasi: Arya S
Scriptwriter: Nabila A, R. Bintang, & Nabila P
Redaktur: Asrul A

About Author
admin