Joko Widodo Teken Undang Undang Cipta Kerja No.11 tahun 2020

PERS BIRAMA – Presiden Jokowi akhirnya meneken UU Cipta Kerja pada Senin (2/11/2020). Berdasarkan data yang Pers Birama temui dari situs Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Sekretariat Negara, Undang-Undang Cipta Kerja nomor 11 tahun 2020 ini mencapai 1.187 halaman.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memiliki waktu sampai dengan 4 November 2020 untuk menandatangani UU Cipta Kerja ini.
UU Cipta Kerja, yang telah disahkan dalam sidang paripurna DPR pada tanggal 5 Oktober 2020. Akhirnya resmi berlaku per tanggal 2 November 2020.

Salinan UU Cipta Kerja diunggah pada situs Kementerian Sekretariat Negara atau dapat diakses oleh publik pada laman jdih.setneg.go.id

Pernyataan Sikap Mahasiswa.

Kami juga meminta tanggapan langsung dari perwakilan mahasiswa. Presiden Mahasiswa UNIKOM terpilih, Parulian Ortega Sitompul, memberikan pernyataan tetap menyayangkan pengesahan dan penandatanganan UU Cipta Kerja oleh presiden.

“Plan A dan Plan B tentu ada bagi mahasiswa. Menurut saya pribadi dan juga BEM UNIKOM, hal seperti ini jangan dulu dibahas atau tidak dulu untuk disahkan. Karena posisi sekarang ini, lagi fokus mendatangkan vaksin di Indonesia” ujar Ortega bersama Pers Birama.

Secara pribadi, sebagai Presiden Mahasiswa UNIKOM terpilih, Ortega juga menyatakan sikapnya terhadap penandatanganan UU Cipta Kerja ini.

“Omnibus Law dari Jawa Barat itu sendiri, belum sesuatu yang urgent bagi negara ini, dan meminta presiden Republik Indonesia mencabut dan memperbaiki UU Cipta Kerja ini. Undang semua elemen masyarakat, karena pada dasarnya negara kita negara demokrasi. Oleh rakyat, dari rakyat, untuk rakyat. Biar adanya keterbukaan, dan tidak menimbulkan suudzon. Serta meminta dibentuknya PERPPU yang mengajak semua elemen masyarakat dalam pembahasannya” ujar Ortega, dalam pernyataan sikapnya.

Saat disinggung mengenai akan diadakan atau tidaknya kembali aksi mengenai UU Cipta Kerja ini, Ortega berpesan bahwa akan ada agenda pemersatu BEM seluruh kampus yang ada di Bandung, dalam “Aksi Bersama Satu Nafas Perjuangan” pada tanggal 5 November 2020.

“Tetapi di UNIKOM sendiri kita akan fokus konsolidasi internal dulu, baru akan ikut konsolidasi se kota Bandung” ujar Ortega menutup pernyataan sikapnya.

Penulis     : R.Bintang
Redaktur    : Silvia 
Dokumentasi : Sekretariat Negara & jdih.setneg.go.id 

About Author
admin